46

Penggunaan Rel Tarik Di Beragam Furniture Kitchen Set

Pada Kitchen Set modern, penggunaan furniture tidak hanya sekedar memperhatikan fungsi, namun juga memperhatikan kemudahan pemakaian untuk penggunanya. Jika dahulu, sebuah furniture pada Kitchen Set terbatas pada fungsinya saja, namun saat ini designer lebih memperhatikan kebutuhan pemilik, seperti contohnya pada furniture rak piring yang dahulu didesain hanya digantungkan di atas kabinet, namun saat ini, sebuah rak piring dapat dimodifikasi dengan menggunakan rel tarik, yang memungkinkan adanya mobilitas terhadap sebuah produk.

Penggunaan rel tarik dapat diaplikasikan ke beberapa furniture yang membutuhkan mobilitas untuk memudahkan penggunanya beraktivitas di dapur, seperti pada tempat sampah, rak teflon, rak piring, dan tempat gas. Pembuatan rel tarik dapat di custom sesuai dengan keinginan dan kebutuhan pemilik. Saturuma melayani kustomisasi penggunaan rel tarik dengan kualitas terbaik, yakni dibuat dari material baja (High quality steel) yang telah lolos dari aktivitas quality control (QC). berikut merupakan beberapa contoh furniture kustomisasi dari Saturuma dengan menggunakan real tarik.

  1. Penggunaan rel tarik pada rak piring

Pada rak piring, biasanya penggunaan rel tarik ini dikenal dengan sebutan Elevator Basket, dimana sebuah rak piring bisa di tarik ke arah bawah, untuk memudahkan pemiliknya dalam meletakkan piring dan gelas. Dalam penggunaannya, rak piring jenis ini cocok untuk ditempatkan di tempat yang agak tinggi, atau juga cocok dengan pemilik yang memiliki tinggi badan di bawah 165 cm. 

  1. Penggunaan rel tarik pada tempat sampah

Tempat sampah menjadi salah satu benda yang paling penting di area Kitchen Set. tempat sampah biasanya ditempatkan tepat di bawah sink, untuk memudahkan penggunanya membuang sampah setelah mencuci piring dan membersihkan bahan makanan. Penggunaan rel tarik pada tempat sampah membantu pengguna untuk melakukan efisiensi pada pekerjaan pengelolaan sampah.

  1. Penggunaan rel tarik pada rak teflon

Teflon atau penggorengan menjadi alat masak yang sangat penting. Penggunaan rel tarik memungkinkan pengaturan yang lebih baik di lemari dapur. Rak teflon dapat ditempatkan dalam posisi yang optimal, sehingga memudahkan pengguna untuk menemukan peralatan memasak yang mereka butuhkan tanpa harus mencari-cari di dalam lemari.

  1. Penggunaan rel tarik pada tempat gas

Dengan menggunakan rel tarik, tempat gas dapat ditarik keluar dari lemari dapur dengan mudah. Ini memudahkan pengguna untuk mengakses dan menggunakan gas. 

Seluruh furniture dengan rel tarik di atas dapat di kustomisasi di Saturuma sesuai dengan kebutuhan dan keinginan kalian semua, yaa Rumates! Jangan khawatir untuk mengkonsultasikan interior hunian kamu, Saturuma akan membantu mewujudkan #NyamanDalamSaturuma versi kamu!

Kitchen Set Saturuma

Inspirasi Desain Interior Kitchen Set Nuansa Hijau

Desain Interior Dengan Tone Palette Hijau – Desain interior bisa jadi sangat membosankan jika sudah berusia tahunan dengan gaya yang monoton. Padahal, interior rumah menjadi salah satu tempat yang harus bisa memberikan rasa nyaman untuk membuang penat penghuninya. Jika mengubah desain interior bukan hal yang tepat untukmu, mungkin kamu bisa mengganti cat rumah dengan nuansa hijau untuk memperbarui tampilan rumahmu.

Warna hijau identik dengan alam. menggunakan warna hijau untuk mendesain interior rumah bisa dianggap menjadi hal yang dapat membawa kesan asri dan segar. Kesan inilah yang bisa membuat penghuni rumah merasa rileks dan nyaman ketika berada di dalam rumah. Warna hijau di tahun 2024, bahkan dianggap sebagai salah satu warna pembawa keberuntungan. Jika kamu sedang mencari inspirasi desain interior dengan tone palette warna hijau, kamu bisa simak beberapa inspirasi desain interior area kitchen set di bawah ini. 

Area Kitchen

Kitchen Set Saturuma

Dapur adalah salah satu tempat yang keberadaannya sangat penting di setiap rumah. Sebagai tempat untuk menyiapkan makanan, dapur menjadi salah satu tempat yang harus memiliki tingkat kenyamanan yang tinggi. Tone palette warna hijau bisa menjadi solusi bagi Rumates yang menginginkan nuansa dapur berbeda, namun tetap terlihat cantik nan asri. Warna hijau pada dapur bisa dipadukan dengan warna kayu atau putih pada furniture kitchen set. Suasana makan keluarga pasti sangat berkesan!

Karakter pemilik rumah, bisa dalam sekejap terlihat ketika tamu memasuki ruangan ini. Menggunakan warna hijau pada area pantry akan memberikan kesan harmonis yang tinggi, dan memiliki karakteristik yang tenang dan stabil. 

Kitchen Set Saturuma


Warna Hijau bisa menjadi inspirasi cat dekor rumah yang indah dengan paduan warna alam lain seperti cokelat dan putih. Inspirasi di atas merupakan salah satu contoh done project milik client Saturuma yang mendambakan suasana asri di ruangannya. Kalau kamu masih bingung menentukkan gaya interior yang cocok dengan hunianmu, kamu bisa konsultasikan secara gratis dengan tim Saturuma. Saturuma akan membantu kamu mewujudkan interior impian agar kamu semakin #NyamanDalamSaturuma.

Kitchen Set Saturuma

Inspirasi 4 Desain Layout Kitchen Yang Paling Cocok Untuk Rumah Kamu

Dapur menjadi salah satu area terpenting di dalam rumah. Tidak hanya berfungsi untuk melakukan kegiatan masak memasak, dapur juga menjadi area yang menghubungkan seluruh anggota keluarga. Sebagai jantung rumah, dapur sebaiknya didesain sesuai dengan kebutuhan dan kondisi rumah. Dalam dunia desain interior, ada 4 desain layout yang bisa kamu pilih sesuai kebutuhanmu. Kira-kira, desain layout kitchen seperti apa, ya, yang cocok di rumahmu? Yuk, kita simak lebih lanjut.

  1. Letter-L

Desain layout ini menjadi desain layout dapur yang paling populer di dunia desain interior. Dengan memanfaatkan area segitiga dapur, desain layout dapur ini menjadi sangat efisien dengan menawarkan lebih banyak ruang kerja di dapur. layout dapur ini juga memudahkan kamu untuk memasukkan atau mengeluarkan barang yang ada di dapur seperti misalnya kursi atau meja, sehingga tidak mengganggu proses memasak. Layout dapur ini cocok dipadukan dengan meja island, yang selain memaksimalkan fungsi dan ruang dapur, juga bisa menambah kesan aesthetic. 

  1. Letter-U

Jika kamu memiliki ruang dapur yang lebih luas, kamu bisa menggunakan desain layout dapur Letter-U ini. Alasannya adalah karena layout Letter-U ini memungkinkan kamu untuk bisa bergerak lebih luas dengan area segitiga dapur secara maksimal. Kalau kamu ingin membawa konsep ini ke dapur, kamu bisa menambahkan banyak penempatan seperti kabinet dan laci, agar bisa memaksimalkan ruang dan menata barang-barangmu agar lebih tertata rapi. 

  1. Linear

Desain layout ini cocok untuk kamu yang memiliki ruang terbatas tetapi ingin tetap nyaman ketika berada di dapur. Kesan yang pertama kali muncul ketika melihat layout dapur seperti ini adalah sangat minimalis. Sederhana namun manis, konsep dapur ini menghadirkan dapur kotor dan dapur bersih dalam satu area, yang mana itu berarti kamu harus benar-benar memperhatikan penempatan kompor dan sink. Meskipun terkesan membatasi ruang gerak, namun jenis dapur linear ini memudahkan kamu dalam beraktivitas di dapur, karena hanya terfokus pada satu area saja. Kekurangan dapur ini adalah bahwa kamu memerlukan penempatan dan alat masak multifungsi untuk menghemat ruang.

  1. Letter-G

Desain layout ini merupakan sebuah perkembangan desain dari layout Letter-U dan meja island. Dapur dengan layout ini berfokus pada tempat penyimpanan yang besar dan banyak pada kabinet ataupun laci kitchen set, sehingga sangat cocok untuk kamu yang memiliki ruang luas dan peralatan dapur yang banyak. Desain layout Letter-G ini memiliki empat sisi dengan sedikit saja ruang bergerak. Kamu bisa memanfaatkan meja island sebagai tempat makan atau tempat sajian makanan. Meski harus dibuat pada area luas, desain layout ini tetap akan menampilkan kesan penuh pada area dapur.

Nah, itu dia jenis desain layout yang bisa kamu jadikan inspirasi. Masing-masing desain layout dapur di atas memiliki kelebihan dan kekurangan yang menyesuaikan dengan area dan kebutuhan kamu. Kalau kamu masih bingung menentukkan desain layout dapur yang cocok dengan hunianmu, kamu bisa konsultasikan secara gratis dengan tim Saturuma. Saturuma akan membantu kamu mewujudkan dapur impian agar kamu semakin #NyamanDalamSaturuma.

AND01574

Desain Dapur Nuansa Monokrom? Ini 3 Tipsnya!

Tau nggak sih, Rumates, mendesain dapur dengan nuansa monokromatik bisa menciptakan tampilan yang elegan dan bersih, loh! Nah, ini ada tiga tips yang bisa kamu simak untuk mendesain dapur dengan palet warna monokromatik!

  1. Variasi Warna dan Tekstur

Meskipun nuansa monokromatik didasarkan pada satu warna, bukan berarti kamu harus menggunakan satu nuansa warna aja. Kamu bisa kombinasikan beberapa shade dari warna yang sama untuk menciptakan kedalaman visual dapur kamu. Misalnya, kalau kamu memilih putih sebagai warna dasar, selanjutnya kamu bisa menambahkan sentuhan abu-abu, krem, atau bahkan hitam untuk memberikan dimensi pada ruangan. Selain itu, pertimbangkan juga perihal tekstur yang berbeda. Seperti backsplash yang bermotif, perabotan dapur yang memiliki tekstur, dan top table yang berpola atau memiliki tekstur unik.

2. Permainan Cahaya dan Bayangan

Pencahayaan punya peran yang penting dalam desain monokromatik. Kamu bisa manfaatkan permainan cahaya dan bayangan untuk menonjolkan elemen-elemen penting yang ada di dalam dapur monokrom kamu. Misal, pilih perabotan dapur dengan permukaan yang dapat memantulkan cahaya untuk menciptakan kilauan dan mempercantik ruangan. Gunakan juga pencahayaan yang baik, seperti lampu gantung di atas meja island atau gunakan under-cabinet lighting, untuk memberikan pencahayaan langsung pada area kerja.

3. Dekorasi Tanaman Hijau

Kamu bisa juga menambahkan aksen warna untuk memberikan sentuhan yang ‘refreshing’ pada area dapur monokrom. Pilih satu warna yang kontras dengan warna dasar dan gunakan sebagai aksen dalam dekorasi, misalnya seperti pot bunga. Selain itu, tanaman hijau dapat menjadi cara yang sangat efektif untuk memberikan aksen warna alami. Pilih tanaman dengan daun yang kontras atau pot dengan warna yang mencolok.

Dengan menggabungkan variasi warna, permainan cahaya, dan gaya mendekorasi yang tepat, kamu dapat menciptakan dapur monokromatik yang indah dan berkesan!

4

Menggali Kelebihan dan Kekurangan Bahan Top Table Kitchen Set: Solid Surface, Quadra, Marmer, dan Granit

Dalam mendesain dapur, pemilihan material untuk top table kitchen set itu penting banget loh, Rumates! Empat material yang biasanya sering digunakan ada solid surface, Quadra, marmer, dan granit. Setiap material memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Yuk, sekarang kita telaah secara lebih terperinci.

  • Solid Surface

Kelebihan:

Solid surface memberikan tampilan yang bersih dan elegan, sambungan juga biasanya hampir tidak terlihat. Selain itu, material ini tahan terhadap noda dan mudah untuk dibersihkan. Sehingga bisa menjadi pilihan yang tepat untuk dapur yang intensif digunakan.

Kekurangan:

Solid surface tidak tahan terhadap panas tinggi, sehingga perlu hati-hati dengan penggunaan langsung dari sumber panas, seperti panci panas.

  • Quadra

Kelebihan:

Quadra memiliki kekuatan yang tinggi dan tahan lama, menjadikannya pilihan yang baik untuk penggunaan dalam jangka panjang.  Kamu juga bisa lebih leluasa dalam mengekspresikan karakter desain dapur kamu, karena Quadra memiliki pilihan warna dan motif.

Kekurangan:

Dengan keunggulan-keunggulan yang dimiliki, kamu jadi harus rogoh kocek lebih untuk menggunakan material ini. Karena harga Quadra cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan beberapa alternatif material lainnya.

  • Marmer

Kelebihan:

Marmer memberikan sentuhan klasik dan elegan pada dapur. Mampu menahan panas dengan baik dan membuatnya cocok untuk penggunaan di sekitar area memasak. Kamu jadi nggak perlu khawatir leleh.

Kekurangan:

Marmer cenderung lebih rentan terhadap goresan dan pecah dibandingkan dengan beberapa material lain. Selain itu, marmer juga memerlukan perawatan khusus agar tetap terlihat bersih.

  • Granit

Kelebihan:

Granit tahan terhadap goresan dan panas, menjadikannya sebagai pilihan matrial top table yang tahan lama. Granit juga tersedia dalam berbagai warna dan pola alami, sehingga memberikan kamu variasi dalam mendesain.

Kekurangan:

Memerlukan penyegelan berkala agar tetap tahan terhadap noda. Granit cenderung berat, sehingga memerlukan instalasi yang kuat dan kokoh.

10 (2)

4 Hal Untuk Diperhatikan Sebelum Custom Desain Interior

Dengan memperhatikan 4 hal ini sebelum memulai project custom desain interior, kamu dapat lebih memastikan kesesuaian hasil project agar memenuhi ekspektasi kamu baik dari segi kebutuhan fungsional dan maupun estetika.

  1. Pahami Kebutuhan Esensial

Penting banget loh, untuk memahami kebutuhan dan keinginan kamu yang sebenar-benarnya sebelum kamu memulai project custom interior. Jangan sampai kamu custom interior, tapi nanti hasil akhirnya tetap gak memenuhi kebutuhan kamu secara optimal. Gali lebih dalam soal preferensi gaya desain yang kamu banget, telaah lagi fungsi ruangan yang ingin kamu manfaatkan, serta ruang penyimpanan yang kamu butuhkan.

  • Analisis Ruang dan Fungsionalitas

Jangan gegabah untuk buru-buru mulai project, sebelum kamu melakukan analisis menyeluruh terhadap ruangan yang akan dibuat desain custom interior. Perhatikan bentuk ruangan, sumber cahaya alami, dan fungsi utama ruangan itu sendiri. Apakah ruangan tersebut akan digunakan untuk bekerja, bersantai, atau mungkin keduanya? Nah, kalau udah paham betul, untuk memulai dan melanjutkan project custom interior yang kamu mau jadi lebih mudah dan terkonsep deh.

  • Tetapkan Anggaran

Faktor yang ini penting banget nih untuk diperhatikan, kalau kamu nggak mau over-budget.

Kamu wajib banget menentukan anggaran dengan jelas sejak awal. Diskusikan anggaran ini dengan konsultan dan pastikan bahwa desain yang diusulkan konsultan sesuai dengan batas anggaran yang telah kamu tetapkan. Kecuali, kalau kamu nggak masalah soal budget, mungkin faktor ini bisa sedikit kamu kesampingkan untuk lebih fokus sama tiga faktor yang lain.

  • Komunikasi Selama Pengerjaan Project

Komunikasi yang baik adalah kunci kesuksesan project desain interior. Pastikan kamu memiliki saluran komunikasi terbuka, efektif dan responsif dengan konsultan selama seluruh proses project kamu dikerjakan. Kebayang nggak kalau komunikasi sama konsultan terbatas, mana bisa project custom kamu selesai sesuai ekspektasi? Jadi, pastikan koordinasi kamu dengan pelaksana project berjalan efektif.

Saturuma Mei Feed-101

3 Tips Mendesain Kitchen dengan Konsep Open Space

Eksisting area kitchen di rumah kamu memungkinkan untuk dibuat sebagai open space kitchen? Atau kamu sejak awal memang sudah berencana untuk mengusung konsep open space untuk dapur nyaman impian kamu? Sebelum eksekusi, simak 4 tips ini dulu yuk, supaya open space kitchen kamu jadi nyaman maksimal!

1. Fungsionalitas

Faktor utama yang wajib diperhatikan sebelum membawa konsep open space di dapur kamu adalah soal fungsionalitas dapur. Pastikan area memasak, mencuci, dan persiapan makanan terorganisir dengan baik dan mudah diakses. Pertimbangkan posisi dari lemari, meja, dan peralatan dapur untuk memastikan bahwa segala sesuatu berada pada tempatnya dan meminimalkan pergerakan yang tidak perlu.

2. Pencahayaan

Pencahayaan adalah elemen penting dalam desain sebuah ruangan. Apalagi dengan konsep open space yang nantinya akan banyak jalur masuk cahaya di siang hari. Pastikan cahaya yang masuk cukup, tidak terlalu berlebihan ataupun kurang. Jangan lupakan juga kondisi pencahayaan ketika malam hari menjelang. Pastikan pilihan pencahayaan buatan yang digunakan sesuai dengan nuansa ruangan.

3. Privasi Pengelolaan Suara

Open space akan jadi konsep yang menyenangkan kalau kamu tidak salah mengeksekusi desain dan layoutnya. Soal privasi jangan sampai lupa kamu pertimbangkan ya. Pastikan apakah kamu memerlukan area terpisah atau batasan visual antara dapur dengan ruang lainnya. Selain itu, pertimbangkan juga penggunaan material atau elemen desain yang dapat membantu menyerap suara, sehingga menciptakan lingkungan yang nyaman untuk berkomunikasi dan bersantai.

Desain Kamar Eklektik

Aplikasi Sentuhan Eklektik pada Desain Kamar Tidur

Sentuhan eklektik pada desain kamar tidur, untuk menciptakan ruangan berkarakter.

Why not? Jangan takut untuk mencoba kombinasi yang tidak konvensional dan bereksperimen dengan elemen dekoratif yang berbeda. Here’s some tips for you!

1. Gabungkan Berbagai Gaya Furnitur

Gaya eklektik memungkinkan Anda untuk menggabungkan berbagai elemen dari berbagai gaya desain. Di kamar tidur, ini berarti Anda dapat mencampurkan furnitur modern dengan elemen tradisional atau memadukan furnitur minimalis dengan aksen vintage. Misalnya, kombinasikan tempat tidur modern dengan meja rias klasik atau tambahkan kursi unik dengan pola yang mencolok.

2. Bermain dengan Warna dan Pola

Salah satu aspek paling menarik dari gaya eklektik adalah kebebasan untuk bermain dengan warna dan pola. Di kamar tidur, Anda dapat mencoba paduan warna yang tidak biasa atau menggunakan pernak-pernik dengan pola yang berbeda-beda. Misalnya, selimut dengan motif etnik dapat dipadukan dengan bantal berwarna-warni untuk menciptakan tampilan yang menarik dan unik.

3. Sentuhan Pribadi dengan Barang-Barang Dekoratif

Gaya eklektik memungkinkan Anda untuk mengekspresikan kepribadian Anda melalui barang-barang dekoratif. Pilih barang-barang yang memiliki makna khusus atau kenangan emosional untuk Anda. Misalnya, hias kamar tidur Anda dengan lukisan-lukisan yang Anda koleksi dari perjalanan atau letakkan foto-foto keluarga dalam bingkai yang unik. Ini akan memberikan sentuhan pribadi pada ruangan dan membuatnya terasa lebih intim.

Desain Kamar Kecil

Desain Ruang Kecil yang Efektif, Maksimalkan Potensi Area di Rumah

Portfolio Custom Furniture

Desain Ruang Kecil yang Efektif, Maksimalkan Potensi Area di Rumah

Prinsip-prinsip di bawah ini dapat mengubah ruang kecilmu menjadi lingkungan yang fungsional, nyaman, dan estetik. Dengan kreativitas dan perencanaan yang cermat, tidak ada ruang yang terlalu kecil untuk menjadi tempat yang menyenangkan untuk dihuni.

1. Pemilihan Furnitur Multifungsi

Ruang yang kecil membutuhkan solusi kreatif untuk memaksimalkan fungsinya. Pemilihan furnitur yang multifungsi adalah kunci untuk mengoptimalkan ruang kecil. Sofa yang dapat berubah menjadi tempat tidur, meja makan lipat, atau rak dinding yang dapat berfungsi sebagai ruang penyimpanan tambahan adalah contoh sempurna dari furnitur multifungsi. Dengan memilih furnitur seperti ini, kamu dapat menghemat ruang tanpa mengorbankan fungsionalitas.

2. Pencahayaan Strategis

Pencahayaan adalah elemen penting dalam desain ruang kecil. Pilihlah pencahayaan yang cerdas dan strategis untuk menciptakan ilusi ruang yang lebih besar. Gunakan lampu sorot untuk menerangi sudut-sudut gelap dan gunakan cermin besar untuk memantulkan cahaya dan menciptakan tampilan ruangan yang lebih luas.

3. Pemilihan Palet Warna yang Tepat

Warna memiliki dampak besar pada persepsi ruang. Pilihlah palet warna netral dan cerah untuk memberikan kesan ruang yang lebih besar. Tambahkan aksen warna cerah atau motif kecil untuk memberikan sentuhan pribadi pada ruangan. Hindari penggunaan warna gelap yang dapat membuat ruang terasa lebih sempit.

4. Penyimpanan Tersembunyi dan Terorganisir

Dalam ruang kecil, penyimpanan terorganisir adalah kunci untuk menjaga ruangan tetap rapi dan terlihat luas. Gunakan furnitur dengan ruang penyimpanan tersembunyi, seperti tempat tidur dengan laci di bawahnya atau meja dengan rak tersembunyi. Gunakan juga rak dinding atau lemari gantung untuk memanfaatkan ruang vertikal dan menghindari penumpukan barang.