Kitchen set yang dirancang sesuai dengan postur tubuh dan gerak manusia mengurangi kelelahan, nyeri otot, dan ketegangan fisik saat beraktivitas di dapur. Selain itu desain ergonomis mampu memaksimalkan penggunaan ruang, baik di dapur berukuran kecil maupun besar.
Berikut tips untuk mendesain kitchen set yang ergonomis dan fungsional:
1. Work Triangle
Untuk meminimalisir gerak kamu di dapur, kamu perlu memakai konsep Work Triangle. Penyusunan zona kerja pada kitchen set ini dibagi menjadi:
- Area masak (kompor)
- Area cuci (sink)
- Area penyimpanan (kulkas)
2. Ukuran Tinggi Ideal Countertop
Salah satu kesalahan paling umum dalam mendesain kitchen set adalah tidak menyesuaikan tinggi countertop dengan postur tubuh pengguna. Tinggi countertop yang ideal yaitu antara 85 hingga 90 cm dari lantai.
Ukuran ini dirancang agar kamu dapat beraktivitas di dapur tanpa harus membungkuk atau mengangkat tangan terlalu tinggi, sehingga lebih nyaman dan tidak membebani tubuh dalam jangka panjang
3. Kompartemen & Penyimpanan
Manfaatkan setiap sudut kitchen set kamu. Letakkan rak sutil, rak tisu, rak piring di posisi yang gampang dijangkau saat memasak. Rak piring sebaiknya diletakkan tepat di atas sink, sehingga piring yang baru dicuci bisa langsung ditiriskan tanpa membuat area basah. Gunakan rel tarik pada kabinet tabung gas agar pemasangan tabung lebih praktis. Selain itu gunakan kabinet dengan sistem soft close untuk bukaan yang halus dan senyap, mendukung kenyamanan dan ketenangan saat beraktivitas di dapur
4. Pencahayaan pada Dapur
Jangan lupa tambahkan LED strip di bawah kabinet atas agar area memasak makin terang dan dapur kelihatan lebih modern
Dengan penataan yang tepat, dapur kamu bisa jadi ruang yang tidak hanya estetis tapi juga ergonomis.
Tertarik untuk punya kitchen set ergonomis di rumahmu? Yuk, konsultasi kan segera interior yang sesuai dengan kebutuhanmu di saturuma!

